T i t o g r a p h y

Icon

Jejak Jemari Digital di Atas Kanvas Titography

Bangkit dari Bangkrut – Ade Aan Wirama

TDA NGalam Gathering @ Und Corner

Seperti telah dijadualkan sebelumnya, pada hari ini – 20 April 2008, gathering TDA NGalam dengan tema: “Sharing bisnis IT dari Ade Aan Wirama dan cascade seminar Financial Revolution dari Tung Desem Waringin – TDW” oleh awak ewed dan Sam Agung serta Sam Yopie.

Pukul 10 pagi kurang, Arema dari jakarta, Ade Aan ternyata sudah duluan nunggu di Und Corner yg di jl. Ijen Malang. Aku sendiri baru datang di sana sekitar 9:45.

Acara inti baru resmi dibuka sekitar 10:30 setelah sekitar 25 orang memenuhi ruangan.
Diawali dengan sharing bisnis IT dari bintang tamu TDA dari Jakarta, Pak Ade Aan menjelaskan panjang lebar bisnisnya. Bangkrut pada awal millenium dengan modal minus hampir 300an juta, merupakan titik balik kebangkitan bisnis beliau.
Kenapa sampai terjadi demikian, adalah kecerobohan dalam menjalankan bisnis yang sebenarnya sudah mulai menanjak. Banyak faktor yang kurang bijak dalam manajemen dan pengelolaan perusahaan, salah satunya tidak bijak mengelola keuangan dan SDM. Mengandalkan orang dekat seperti keluarga justru berpotensi penyalahgunaan kewenangan dan kepercayaan. Perekrutan team baru juga tidak selektif. Asal. Pencampuran asset bisnis dan rumah tangga juga menjadi andil managemen keuangan yg carut marut. pengeluaran tak terkontrol. Pelan tapi pasti kendaraan bisnisnya berjalan mundur hingga bangkrut dengan aset minus alias utang.

Dari titik itulah Pak Ade segera bangkit, memutar haluan dengan memberdayakan segala potensi yg tersisa. Belajar dari kesalahan yg pernah terjadi tampaknya membuat bisnisnya sekarang menjadi tegar. Bidikan yang sangat jitu mencermati celah pasar yang tidak banyak dilirik perusahaan IT besar lainnya, kini justru menjadi andalan pasar baginya. Setelah baru2 ini menyelesaikan projek di Hongkong, negara yg sedang diincar adalah Singapore di mana merupakan pasar logistik & transportasi besar. Menyusul juga Germany, Shanghai dan Malaysia.

Selain sharing dari pengalaman pribadinya, Pak Ade juga menjawab pertanyaan ttg virtual office, baik keuntungan maupun kerugiannya. Dengan adanya komunitas tangandiatas, jika memungkinkan dibentuk actual/real office hasil terjalinnya kerjasama antar member daerah dan pusat kenapa musti pake virtual?
OK Boss, sukses terus. Thanx berat atas sharingnya, sangat bermanfaat buat kami TDA NGalam.

Acara ke-2 adalah cascade seminar TDW, seperti posting saya sebelumnya.
Dimulai dari Pak Agung, yang menceritakan tentang prinsip financial refolution dari Pak Tung, yaitu:

  1. Ngupil sbg simbol mencari uang
  2. Tangan silang di bahu sbg simbol melindungi uang/aset
  3. 3 jari dijulurkan sbg simbol mengatur uang utk kebutuhan (bukan keinginan) ini itu…
  4. Telapak disentakkan sbg simbol mengungkit dgn nilai tambah shg menghasilkan lebih banyak
  5. Tangan formasi hormat sbg simbol mencari informasi yg tepat dan cepat mencari peluang

Cascade Seminar TDW - Financial Revolution

Saya sendiri melanjutkan tentang pembentukan mindset dan meluruskan “blue print” spt posting dalam blog ini sebelumnya, serta beberapa semangat dan ruh TDA kepada member2 baru.
Beberapa testimoni spontan saat seminar itu, ada seorang tukang sapu (office boy) suatu perusahaan, awalnya termotivasi CD “Sales Magic” hingga 3 th setelahnya dia benar2 bisa membeli mobil impiannya yaitu jaguar – DAHSYAT! Pak Tung sempat terharu dan memeluk peserta seminar tadi di podium. Coki remaja tukang bubur yg belum genap 20th, telah berhasil mendapat 100jt cash dari bisnis property juga setelah termotivasi CD TDW. Beberapa testimoni lainnya juga, termasuk voice testimoni Pak Roni Jendral TDA melalui mobile phone.
Rata2 dari mereka sebelumnya tidak kenal Pak Tung dan kebetulan mendapatkan ilmu dahsyat dari CD2nya saja.
Dalam dunia bisnis, Pak Tung selalu mengingatkan kita untuk fokus pada nilai tambah, melalui cara win-win solution. Berikan “win” dulu ke orang lain (customer) baru kemudian kita juga akhirnya mendapatkan “win“. Jangan terbalik!

Pak Yopie, menambahkan tentang segala apa yg dilakukan TDW sejak penawaran tiket gratis hingga selama acara seminar berlangsung, ilmunya telah dengan nyata dipraktekkan. Bagaimana dia berbicara, mengolah kata demi kata hingga membangkitkan emosi peserta seminar, menawarkan seminar2 lain selama acara berlangsung, adalah sangat patut untuk di-ATM-kan (amati – tiru – modifikasi).

Demikian acara utama gathering TDA NGalam tadi.
Dilanjutkan juga dengan pembahasan kelanjutan pembangunan situs/website TDA NGalam oleh Mas Vandi, sharing property “keberhasilan beli ruko” oleh Sam Donnie, dan bincang bebas menyambut peluang baru di antara member TDA NGalam.

Filed under: TDA Community ,

Seminar Dahsyat! Financial Revolusion by Tung Desem Waringin

TDW - Financial Revo

Ini adalah untuk ke-3 kalinya saya mengikuti seminar Tung Desem Waringin – TDW dengan title: Financial Revolusion di JITEC M2Square Jakarta. Dua seminar sebelumnya pada 2006 saya hadiri di Malang, satu dengan judul yg sama dan yang lain sesuai buku yg akan terbit Juli 2008 mendatang yaitu Marketing Revolusion. Berbeda dengan sebelumnya yg hanya sehari (3-5jam) maka kali ini 3 hari penuh sejak 9 pagi hingga 11 malam, 4-6 April 2008.

Apa yg dibicarakan di sana?

Seperti biasa, dengan ilmu guncang bumi yg dahsyat! Audience diajak larut penuh energi motivasi. Yg berbeda kali ini, adalah penegasan yg berkali-kali dilakukan dengan kedua telapak tangan di dada (heart) “janji/sumpah pemikiran triliuner saya” diakhiri dengan telapak tangan memegang kepala untuk meresapi.

Kata salah satu guru TDW: Kiyosaki, orang yg sibuk adalah orang yg PALING malas sedunia. Lho kok? Sibuk identik dengan zona nyaman. Sudah saatnya kita harus ”Stop & Thing!” Ambil sesuatu yg berbeda.

Nah loh, yg merasa tersindir seperti saya berarti belum kaya ya? Ga papa, kita sama-sama belajar. Yang penting impian menjadi kaya itu harus ada. Nyata. Bahwa kita sedang menuju kaya. Sudah kaya. Sungguh kaya!

Dalam seminar ini ada >100 kuisioner/angket, yg intinya untuk mengubah “Blue Print” (sepertinya didapat dari gurunya yang lain – Anthony Robin), mindset yg mungkin telah tertanam dalam di otak kita. Hal ini yang membedakan antara pola pikir orang miskin dan kaya.

Coba Anda cermati beberapa ungkapan berikut, dan jawablah sejujurnya dalam hati Anda benar-tidaknya.

  1. “Uang adalah akar dari segala kejahatan”
  2. “Orang kaya sering kali hidupnya tidak bahagia”
  3. “Secara jujur, saya tidak berbakat untuk menjadi orang kaya”
  4. “Saya terlalu repot, saya tidak punya waktu, energi, uang untuk belajar investasi”
  5. “Saya tidak suka berjualan”
  6. “Saya terlalu muda untuk menjadi kaya”
  7. “Saya terlalu tua untuk menjadi kaya”
  8. “Saya berpendidikan rendah maka susah kaya”
  9. “Saya lebih senang gaji besar komisi kecil daripada komisi besar gaji kecil”
  10. “Sungguh tidak layak jika saya kaya dan orang lain miskin”
  11. “Aman secara keuangan datang dari pekerjaan yang baik dan bayaran yang rutin”
  12. “Harus bekerja keras baru bisa kaya”
  13. “Investasi di properti hanya untuk orang-orang kaya”
  14. “Untuk punya bisnis sukses perlu bakat”
  15. “Wanita lebih susah menjadi kaya”
  16. “Yang paling penting dalam hidup adalah bahagia, sehat dan penuh cinta. Uang tidak penting”
  17. “Kalau Anda lahir miskin, kesempatan untuk jadi kaya sangat kecil”
  18. “Tidak ada gunanya semakin kaya, makin kaya makin besar pajaknya”
  19. “Lebih baik miskin bahagia, dari pada kaya tidak bahagia”
  20. “Lebih baik miskin panjang umur, dari pada kaya mati muda”
  21. “Kalau saya bawa uang berapapun maka saya akan boros”

Jika ada di antara Anda menjawab “BENAR” atau cenderung benar, maka waspadalah, mungkin Anda saat ini (paling tidak) belum menjadi bagian dari orang kaya.

Benar nggak?

Mari kita ulas satu-persatu:

  1. Justru tidak punya uang, adalah akar dari segala kejahatan.
  2. Orang kaya tidak bahagia itu orang BODOH, pasti ada yang salah.
  3. Ini bagian dari “Mental Block”, kaya tidak ada hubungannya dengan bakat, melainkan kemauan, dreaming, lebih pas lagi: RBDSAP ( Reason, Belief, Drean, Strategy, Action & Pray)
  4. Kata guru Kiyosai, orang yg repot dan terlalu sibuk adalah orang yg bodoh. Kalo saja dia mau mencermati cara cerdas, dia bisa menggunakan sedikit watunya untuk mendapatkan yg jauh lebih banyak dan terus-menerus (passive income)
  5. Justru Muhammad Rasullulah adalah saudagar besar di jamannya, tidak lain adalah dengan jualan. Jangan juga malu & putus asa juka ditolak. Terus aja menawarkan, sekali diterima… bisa bumi & langit hasilnya.
  6. Mental block
  7. Mental block
  8. Mental block
  9. Ini bedanya kalo punya mindset orang gajian (tangan di bawah – TDB) vs orang bisnis (tangan di atas – TDA)
  10. Kaya dan miskin hanyalah sebuah pilihan. Anda pilih yang mana, mereka pilih mana?
  11. Mindset orang gajian lagi. Kalau di-PHK? Pernahkan Anda berpikir bahwa mestinya Anda yang menjadi pemilik perusahaannya”
  12. Yang benar bekerja CERDAS bukan bekerja keras.
  13. Saya punya sahabat guru muda James Sastrowijoyo (see testimoni @ pic), yang memulai investasi properti dengan modal dengkul (katanya). Saat ini assetnya sudah mencapai >60M.
  14. Yang penting selalu belajar dan action dalam mencapai titik sukses.
  15. Pria-wanita, laki-perempuan, tua-muda… sama saja.
  16. Kalo uang tidak penting, coba deh buktikan. Yang benar adalah dengan banyak uang (kaya) semua yg disebutkan itu akan menjadi lebih berarti.
  17. Survey membuktikan bahwa orang kaya 80% memulai dari 0 (NOL) sisanya (20%) keturunan kaya.
  18. Mestinya bangga dong bisa membayar pajak paling banyak.
  19. Kenapa bukan kaya dan bahagia?
  20. Kenapa bukan kaya dan panjang umur? Jadi kaya dan dermawan, sering malah didoakan banyak orang akan kesehatan dan kebahagiaan dunia akherat.
  21. Dengan bawa uang berapapun (banyak) maka peluang lebih mudah ditangkap.

James Property Testimonial The REASON to be Rich

Sebagian ungkapan-ungkapan tersebut juga ada dalam buku Financial Revolution. Buku itu menjadi best seller di hari pertama diluncurkan. Lho kok bisa? Konon buku tsb diborong sendiri, saya lupa cerita detailnya. Yang lebih menghebohkan saya adalah buku Marketing Revolusion yang baru akan terbit 1 Juli nanti, sampai seminar “gratis”nya yang dihadiri 6-8 ribuan ini berarti sudah berapa buku yang di-inden? Artinya kemungkinan besar record best sellernya akan dipecahkan sendiri menjadi puluhan ribu terjual di hari pertama.

Angkat topi deh buat ide2 brilian Pak Tung. TDW memang DAHSYAT!

Oh, iya… satu hal yang perlu dicatat dan sekaligus sebagai pesan buat yang duduk di pemerintahan, bahwa perlu diingat: “jangan menjual angsa yang bertelur emas”.

Juallah telur emas yang mahal sebagian, sebagian lagi ditetaskan sebagai generasi penerus yang akan menggantikan angsa yang tidak produktif lagi (tidak bisa bertelur lagi).

Hal ini juga berlaku untuk kehidupan dalam keluarga maupun bernegara.

Mestinya, jangan menjual asset negara seperti saham indosat, telkom dan lain sebagainya yang “bertelur emas” (yang jelas-jelas berpeluang/potensi menghasilkan laba) dengan dalih untuk menutup utang. Tapi berdayakan asset2 tersebut sehingga labanya (saja) dapat digunakan untuk membayar hutang.

Parahnya jika berhutang lagi untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mungkin menghasilkan apa-apa kecuali utang yang semakin menumpuk hingga bunganya saja berat dan makin tak terbayar.

Susah memang kalau orang-orang pemerintahan dan wakil rakyat masih bermental dan mindset orang gajian, mereka selalu mencari jabatan demi gaji. Kalo gajinya kurang sedikit saja langsung ramai sampai headline koran pada sesak penuh berita murahan, menutupi isu yang lebih penting. Dan kalau sudah digaji lalu tidur pulas dalam ruang sidang. Ahh, seandainya para pemegang kekuasaan adalah orang2 dermawan yang sudah kaya (mempunyai passive income atau bahkan massive income) tentunya dia tidak perlu memikirkan dapur pribadi, seluruh ilmu, tenaga dan waktunya hanya untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyatnya. Hmmm… Republik Impian (bukan Republik Mimpi – Red)

Mohon kejujurannya, bagi Anda yang aktif dalam partai, pejabat pemerintahan, wakil rakyat dan sejenisnya, kalau niatan menjadikan wadah tersebut cuma sebagai lahan cari uang mending mundur dari sekarang. Keterpurukan bangsa ini adalah tanggung jawab utama Anda yang duduk di kursi panas. Cuci otak dulu, ubah mindset, jadikan diri Anda kaya dulu, baru jika masih ada idealisme tinggi, niat ingsun, ihlas memberikan yang terbaik dari Anda untuk memajukan & membangun bangsa dari keterpurukan, silakan mencalonkan lagi. Jangan terbalik, bukan jadi kaya setelah dapat jabatan, tapi mendapat jabatan dalam status sudah kaya. Insyaallah banyak rakyat yang akan mendukung Anda, paling tidak saya pribadi.

Filed under: TDA Community ,

Nawak Ewed

Ade Aan Wirama

Ayas - Agung - Ade and Son Ayas – Agung – Ade&son

Arema yang menetap di ibukota, baru saja aku temui secara langsung di mal Kelapa Gading 3 – setelah sebelumnya sering ngobrol via milis tda-ngalam, adalah sosok yg ramah, bersahabat, luwes, sangat sayang/perhatian thd anak. Masa kecil yg sering dilalui dg “teman2nya” di ruang tahanan/penjara, terlihat begitu nyata. Care banget.

Dan yg lebih membuat terkesan adalah pemikirannya yg tajam dengan ide-ide bisnis yang cemerlang, terutama dalam dunia yg digelutinya, software. Bidikan ke pasar yg justru tidak pernah terpikir oleh lawan bisnisnya membuat Dia tampak menguasai customernya, shg mereka bisa loyal menggunakan produknya.

Mantaff, Boss.

Kami tunggu pertemuan selanjutnya di kota Malang 2 minggu lagi bersama TDA-NGalam lainnya.

Filed under: TDA Community

Budaya Antri ala Indonesia

Hari ini aku dalam perjalanan menuju Jakarta utk urusan bisnis. Lagi-lagi, kudapati hal yg “khas” Indonesia. Gak wong cilik, gak wong gede… Gak wong mlarat, gak wong sugih. Sami mawon.

Check in

Saat antri check-in di Juanda Air Port, seperti biasa saya berdiri di balakang garis kuning – tanda batas orang dalam antrian terdepan. Tiba2 seseorang ikut antri di belakangku nanya:

“Pak mau check-in?”.

“Ya” jawabku.

“Maju aja Pak deket situ” (maksudnya dekat, nempel yg sedang dilayani petugas). “Ada garisnya, Pak” balasku.

Ini sengaja aku lakukan karena di air port luar negeri orang pada “malu” melintas garis tsb sebelum waktunya, tanpa perlu diperingati petugas dulu. Mestinya memang begitu.

Orang tadi sempat menggerutu. Aku sih cuek bebek aja.

Pelajaran baiknya, mulailah dari diri sendiri utk membiasakan hal yg semestinya. Ajak orang2 terdekat untuk menjadikannya budaya. Memang sangat langka di Indonesia, tapi justru itulah yg membuat Indonesia sulit dewasa. Menjadi bangsa yg penuh problem dengan budaya salah kaprah. Negara lain sudah pada mikir inovasi baru, di sini masih banyak yg ngantri beras jatah, n’rombol lagi. Ugh! Belum lagi yg minta2 sumbangan, menyatakan dirinya kelompok miskin, tapi ironisnya, sambil kirim2 SMS. Oalah…

Filed under: Kehidupan ,

Hi Jakarta

Jakarta, aku datang lagi.

Kali ini aku datang utk membangunkan motivasiku lagi melalui seminar TDW – Financial Revolusion, JITEC M2Square 4-6 April 2008.

Dahsyat! TDW & Me

Sebenarnya aku sudah pernah 2 th lalu mengikutinya di Malang, namun hanya sekitar 3 jam. Tuh fotonya keren kan? narsis dikit boleh ya :D . Kali ini dalam 3 hari, pagi sampai malam. Semoga akan banyak ilmu2 baru yg aku serap, sekaligus mendapat peluang2 baru.

Filed under: TDA Community

Statistik Blog

  • 8,151 hits

 

April 2008
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
chat with me?
on Twitter

TitoTweets

  • alhamdulillah! akhir tahun ditutup dg happy problem. trims buat agenku yg order ribuan krrrrripix lagi. 2010 ya ;-) http://aremafood.com/ 5 hours ago
  • dines. cari pemasok baru aremafood.com - hayoo sapa punya produk unique food? 8 hours ago
  • cari perdana XL Malang yg CuaaannntRik! kok syusyah ya? ada yg tau bakulnya? 1 day ago

RSS Business and Beyond

RSS Iim Rusyamsi Website