Minggu, 22 Juni 2008 • 13:29
Pada hari Minggu ku turut …
… anakku wisuda TK
(bukan spt lagu – “…ayah ke kota”, ya?)
Yup! Hari ini, Minggu 22 Juni 2008 di Hotel Pelangi Malang, acara wisuda sekaligus perpisahan TK Al-Azhar Malang.


Ahh… anak kecil sekolah TK sekarang jauh banget dengan masa-masa bapaknya. Mereka yg rata-rata belum genap berusia 6 tahun sudah piawai berperan dalam operate dengan teks narasi melalui rekaman langsung dengan suara sendiri (dubbing).
-
-
Snow White is being waken up by Prince
-
-
Wisudawan & Wisudawati
-
-
R, saat diwisuda
-
-
Snow White & The 7 Dwarfs
Salut juga dengan kegiatan semacam ini, yang nyata-nyata membuat anakku bisa baca teks bahasa inggris dengan kemajuan cepat. Walaupun sebelumnya sempat pesimis dengan tebalnya skenario yg disodorkan, ternyata anak-anak secara keseluruhan bisa (baca: berhasil) mengatasinya sekaligus melakoni peran masing-masing dengan expresi wajar. Tampaknya mereka belajar dengan bermain, itu kunci dalam melakukan kehidupan. Tak ada beban… Tak ada rasa takut, seperti masa bapaknya yg hanya bisa tunduk malu dan takut pada guru-gurunya.
Sekali lagi: Selamat, Nak! Kamu telah lulus TK. Selamat memasuki jenjang baru di Sekolah Dasar. Selamat bermain dalam belajar. Semoga impian masa depan cerahmu segera terwujud, berguna bagimu dan bermanfaat bagi umat. Amin…
Filed under: Kehidupan
Minggu, 15 Juni 2008 • 18:00
“Wujudkan Impianmu … ” adalah penggalan judul pentas musik yg diselenggarakan di Dieng Plaza Malang pada 15 Juni 2008.
-
-
Pentas Musik Yamaha
-
-
Pentas Musik Yamaha
R, yg genap berusia 5 th 7 bln ikut memeriahkan pentas musik Yamaha tersebut, dengan memainkan piano bareng teman-teman, didampingi oleh guru musiknya.
Antusias, ceria, menikmati, larut penuh emosi, dan entah apa lagi sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Semua itu tergambar jelas dan live di raut anak-anak didik Yamaha Malang Music School dalam pentasnya.
Dalam pentas yang dimulai sejak pk 10 pagi tersebut, juga ada sesi solo drum yg dibintangi seorang putri cilik (usia awal SD) dengan iringan lagu bak karaoke drumless berjudul “Munajat Cinta”. Saya sempat surprise dengan cara gadis belia tersebut dalam menjaga kestabilan tempo. (gak biasane arek cilik ngedrum tanpa “lari” – temponya makin cepat). Sayang satu drummer lagi yang akan memainkan lagu grup favoritku – Dream Theater, ditunggu hingga pk. 14 lebih belum muncul juga, hingga kami pulang duluan. Sesi lain ada anak kelas 4 SD yg piawai memainkan piano klasik yg saya belum tahu judulnya. Jemarinya sangat lincah melompati tangan lainnya, kanan-kiri… kanan-kiri… tanpa ada tuts yang salah terpelset.
Hebat!
Semoga kelak mereka dapat menikmati hasil siraman ilmu otak kanan mereka, syukur-syukur dapat meberi manfaat bagi orang lain.
Filed under: Kehidupan
Komentar Terakhir